Ketika bicara musik battle rap merupakan acara musik tanah air, Joe tak muluk-muluk. menurutnya untuk saat ini yang penting ialah semangat dari kota-kota besar ke komunitas yang ada di daerah.
Battle rap lokal bisa yang sangat besar dan komunitas terlibat. apa bila bisa berjalan secara konsisten selama lima sampai 10 tahun, baru kita bisa berbicara banyak soal industri musik.
“Battle rap ini produksi murah kalau dibanding sama panggung. Lo modal pita suara, kamera, sama editing. kalo sekarang asal ada niat dan orang-orang bisa nikmati,” kata Joe.
Ucok memiliki pendapatan yang serupa dengan Joe. Rhyme Pays sendiri dibangun dengan modal sosial karena promotor acara tak memiliki sponsor, pada akhirnya Rhyme Pays mampu berjalan dengan baik. Bahkan acara ini beberapa kali digelar di luar Jabodetabek, di mana setiap rapper mendapat bayaran dan akomodasi.
Bukti bahwa rapper bisa dapat pemasukan dari battle meski jumlahnya belum besar. Kalau sudah stabil, bukan tidak mungkin ada rapper Indonesia yang fokus sebagai battler. “Di luar negeri mulai ada perubahan karier rap, sekarang mereka bisa makan dari battle.
Ia merasa battle rap merupakan acara besar di Indonesia. Tak masalah bila dibuat di kalangan grassroot, karena memang seharusnya seperti itu dan nantinya akan tumbuh sendiri.
Gerry beranggapan Rhyme Pays Battle Rap League acaranya bisa sukses hingga lima tahun. Setelah itu mungkin acara tak berlanjut, dengan berharap muncul battle-battle lain dari komunitas dan daerah lain.
“Dari dulu gue lihat hip hop hanya sempalan, ada festival terus freestyle battle side acara, Nah sekarang gue pengen, dan sudah saatnya, Rhyme dan battle rap tampil maksimal” tutup Gerry.
Rhyme Pays Battle Rap League dibuat dengan format berbeda dari freestyle battle yang sudah-sudah. Liga ini mempertemukan 10 rapper, mulai dari raper ternama seperti Tuan Tigabelas dan Joe Mill, sampai yang baru merintis seperti Flyzad.
Sebagai rapper yang sudah malang melintang di industri musik Rap, Joe Mill mengaku tidak merasa beban saat memutuskan ikut Rhyme Pays Battle Rap League. Baginya, orang-orang akan tetap mendengar karyanya, baik di saat memang atau pun kalah.
“Gue mau ikut karena konsepnya beda. Biasanya pake beat, nah gue mau ikut karena ini akapella. Dulu ikut freestyle battle di LA Streetball, yang ganggu kadang beat-nya, bikin omongan kita gak kedengeran. Kalau akapella bisa lebih kena ke penonton,” kata Joe Mill.

Komentar
Posting Komentar