Musik pasa saat ini sangat jauh lebih mudah dari beberapa dekade lalu. Wajar saja, dunia musik pada era itu (sekitar tahun 50 – 90’an) belum mengenal teknologi digital walaupun ada (dimulai sekitar tahun 80’an, dengan pemanfaatan file MIDI) tetapi hal tersebut masih jarang dilakukan selain karena idealisme musisi pada masa itu memang masih sangat hebat tapi juga karena harga pembuatan demo dengan pemanfaatan teknologi digital masih sangat mahal. Namun kemajuan teknologi komputer telah mengubah segalanya. Pemanfaatan teknologi digital sudah diterapkan pada semua studio rekaman yang ada sekarang. Jika dulu pada masa teknologi rekaman analog (dengan penggunaan pita kaset sebagai media penyimpanan dan todongan microphone untuk inputan suara vokal dan instrumen lainnya) seorang musisi perlu waktu berhari-hari untuk merekam sebuah lagu namun dengan pemanfaatan teknologi rekaman digital sekarang seorang musisi hanya perlu beberapa jam saja untuk merekam sebuah lagu.
Dengan bermodalkan sebuah PC saja sekarang orang-orang sudah bisa membuat musik yang layak dengar, bahkan produksi CD dan promosi lagu dengan pemanfaatan internet telah begitu mudahnya dilakukan. Contoh saja Sindentosca, sebuah band dari Bandung yang isinya hanya satu orang personil yaitu Jalu Hikmat Fitriadi. Hanya dengan bermodalkan PC yang bisa dibilang jauh dari standart PC recording (prosesor AMD anthlon XP 2000, hardisk 20 GB, RAM 128 dan soundcard Onboard), gitar akustik dan gitar elektrik pinjaman dari sepupunya beserta microphone seharga 15 ribu rupiah telah sanggup menghasilkan 600 lagu dalam delapan tahun. Jadi studio musik lengkap yang berisikan instrumen-instumen mahal seharga jutaan rupiah sudah bukanlah menjadi standart industri musik sekarang ini, semuanya telah berubah dengan kemajuan teknologi komputer.
Namun jika kita bicara untuk hasil terbaik tentu saja piranti dan perlengkapan diatas menjadi mutlak. Maka tidak heran untuk membuat sebuah studio recording profesional dengan kualitas terbaik akan menghabiskan investasi ratusan juta bahkan milyaran rupiah.
INDUSTRI RECORDS
Industri rekaman memerankan peranan yang penting dalam ranah komersial maupun kebudayaan dari suatu masyarakat. Sebagai sumber hiburan, rekaman (musik) membawa kesenangan bagi jutaan pendengar melalui beragam bentuk dan format seperti kaset, CD, dan file digital (MP3). Sebagai sumber kebudayaan, rekaman suara telah berperan sebagai katalis untuk perubahan dan cerminan dari nilai-nilai kebudayaan (Vivian, 1995). Sebagai bentuk industri dan institusi bisnis, industri rekaman berkembang menjadi industri yang sangat menguntungkan dengan masa depan ekonomis yang cerah (Albarran, 1996) . Perkembangan ini tidak didapat secara instan melainkan bertahap dari era mekanik (piringan hitam), elektronik (pita vinyl), digital (CD), video musik (ditandai kemunculan MTV), hingga sekarang mencapai tahap aktivitas industri rekaman. Aktivitas industri rekaman (recording industry activities), diartikan bahwa rekaman dihasilkan dan diolah oleh perusahaan rekaman major dan label-label turunannya, dan kemudian didistribusikan kepada publik melalui pendirian retail.
Vogel (2007) menyatakan industri rekaman berkembang dalam tiga cakupan transisi model bisnis yang dicirikan dengan bagaimana musik itu ditampilkan, disimpan, dan didistribusikan. Pada era piringan hitam, model bisnis yang berkembang adalah performance service. Model ini berubah ke arah product service dengan format rekaman suara berkisar pada single dan album kompilasi yang dibungkus dalam bentuk kaset dengan pita vinyl dan kemudian CD. Sekarang, di tengah era internet nirkabel dan telepon selular dan semua hal yang bersifat digital, kita berada dalam service distribution dimana musik secara total bersifat portabel dan terdapat dimana saja serta kapan saja melalui penyedia layanan musik yang mudah diakses.
Sebagaimana sebuah industri yang terus berkembang, industri rekaman juga mengalami banyak penyesuaian strategi untuk memenuhi ekspektasi pasar. Perkembangan teknologi di era digitalisasi mau tak mau membuat para pelaku industri ini harus jeli dalam beradaptasi, baik dalam strategi produksi maupun distribusi. Salah satu jawabannya adalah melalui strategi file sharing, dengan berbagai tantangan dan peluangnya
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM HAL REKORDS
Industri musik rekaman pada awalnya bersifat analog. Yaitu, dengan ditemukannya phonograph oleh Thomas Edison, yang merekam gelombangan suara dapat bentuk lekukan di atas silinder yang berputar yang dilapisi kertas timah. Pada phonograph pertama, suara dikuatkan secara mekanik melalui terompet. Dalam perkembangannya, Emile Berliner kemudian menemukan gramophone. Kedua temuan tersebut dianggap sebagai awal industri rekaman.
Pengusaha Lippincott kemudian mulai mengoperasikan penny arcades, yang menggunakan koin untuk dapat memakai phonograph. Kemudian sebuah perusahaan, Victor Talking Machine, memperkenalkan Victrola untuk mendengarkan musik rekaman di rumah.
Perkembangan teknologi membawa industri rekaman dan musik membawa perubahan dalam hal media perekaman yang berimplikasi terhadap kualitas, kapasitas dan cara mendengarkan musik. Jika pada awalnya hanya satu atau dua lagu per sisi dengan kecepatan 78 rpm, kemudian dengan dengan kehadiran magnetik tape, lalu compact disc (CD), secara kualitas musik yang didengarkan makin baik, kuantitas lagu yang dapat diperdengarkan juga meningkat, apalagi dengan kehadiran MP3, sehingga kini musik pun dapat didengarkan lewat internet.
Dalam industri rekaman, beberapa elemen yang mempunyai pengaruh signifikan adalah bakat, studio dan perusahaan perekaman serta distributor. Untuk talent, di dalamnya terdapat unsur penyanyi, pencipta lagu, manajer dan penata musik. Beberapa dampak yang dibahas dalam bagian ini adalah kehadiran MTV yang dianggap sangat berpengaruh dalam industri musik dan rekaman. Video klip musik yang ditayangkan oleh MTV, menjadi barometer tangga lagu yang disiarkan radio dan televisi, sehingga membuat lagu tersebut makin populer dan orang diharapkan membeli kaset atau CD-nya.
TEKNOLOGI RRECORDS MUSIK
kemajuan teknologi yang signifikan bagi dunia perekaman music akhir-akhir ini adalah teknologi midi sequencing serta disk based digital audio recording. Midi sequencing merupakan sarana untuk merekam suara kedalam bentuk format midi (digital). Sedangkan disk based digital audio records merupakan sarana untuk merekam dan memainkan kembali data not musik yang telah diformat terlebih sebelumnya. Teknik perekaman not musik menggunakan sarana midi sequencing. Sarana ini dapat berbentuk perangkat seperti Roland MC-500, instrumen music seperti Korg X3, atau juga program komputer seperti Cakewalk, Pro Audio 9, SONAR, Steinberg Cubase SX, Ableton, ACID, dll. Prinsip kerjanya adalah aransemen musik yang dimainkan melalui keyboard atau gitar dihubungkan ke sequencer melalui kabel midi. Data-data yang diperoleh kemudian disimpan dalam hardisk. Untuk memainkan kembali aransemen tersebut, perekam not dihubungkan ke instrument synthesizer yang meberi suara sesuai data midi yang dikirimkan oleh perekam not (sequencer).
PERALATAN STUDIO RECORDS MUSIK
Secara garis besar, perlengkapan yang dibutuhkan untuk membangun studio Records musik adalah :
*PC* (Personal Computer)
Diperlukan PC untuk proses perekaman. Spesifikasi PC harus memenuhi pasar musik. Karena menggunakan PC dengan spesifikasi yang rendah. mungkin tidak akan kuat bila nantinya merekam sebuah lagu dengan track jumlah besar. Belum lagi jika nantinya menggunakan software plugins untuk melengkapi software utama.
*SOUND CARD*
dibutuhkan khusus untuk merecords . Beberapa merek soundcard untuk merecords antara lain M-Audio, Presonus, Line 6, Motu, dsb. Beberapa pertimbangan untuk memilih soundcard, antara lain, jumlah analog input, kelengkapan preamp untuk microphone, jenis koneksinya ke PC (PCI, USB, firewire), dsb.
*PREAMP*
Preamp diperlukan untuk meningkatkan sinyal dari microphone. Banyak soundcard yang sudah dilengkapi dengan preamp.
*SOFTWARE*
Software digunakan untuk memproses data hasil rekaman. Biasanya software sudah dilengkapi plugin seperti compressor, reverb, EQ, amp simulator, drum replacement dsb.
*MICROPHONE*
Untuk membuat sebuah studio rekaman, membutuhkan perlengkapan Microphone dan alat-alat musik seperti gitar, bass, keyboard, drum, dsb. Selain mickrophon untuk vokal, drum juga memerlukan microphone tersendiri untuk masing-masing bagiannya.
*KABEL JACK*
Kabel dan jack mutlak dibutuhkan untuk menghubungkan perangkat musik ke soundcard. Jack untuk mickrophon dan gitar bentuknya berbeda, dan pada input soundcard, biasanya juga dibedakan.
*AMPlIFER*
amplifier untuk gitar, bass, dan keyboard, sifatnya hanya optional. Sehingga bisa juga langsung menghubungkan alat-alat musik tersebut secara langsung ke soundcard.
*MIXER*
mixer atau console adalah piranti pencampur suara sekaligus mengatur Gain. Compressor/ penahan sinyal berlebih. Noise Gate Prosesor/ membuang suara tak perlu Amplifier Equalizer/pembentuk tim bersuara. Analog/digital Efek Processor/pemberian efek ruang,dynamics, ketajaman, ambience, dll.
*STEREO SPEAKER CONTROL*
Jenis speakermemiliki kemampuan untuk memproduksiLow/High frekuensi. Untuk professional biasanya menggunakan jenis real speaker monitor.
*AUDIO CONVERT*
Berfungsi untuk merubah sinyal analog menjadi midi, juga sebaliknya.
*OPERATOR*
Setelah semua hal di atas lengkap, dibutuhkan seorang operator Records. hasil dari suatu records tergantung dari keahlian operator Records. Untuk menjadi seorang operator yang baik, diperlukan pengetahuan dan pengalaman
PERANAN KOMPUTER DALAM INDUSTRI RECORDS
Banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil di era globalisasi ini dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat, selama kita menggunakan dan memafaatkan perkembangan ini dengan hal-hal yang positif. Akan lain ceritanya, apabila kita menggunakan perkembangan ini dengan sisi negatif. Salah satu perkembangan teknlogi yang sangat pesat adalah pemanfaatan media internet yang diaplikasikan pada dunia hiburan. Adapun penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia hiburan salah satunya adalah sebagai berikut:
Diperlukan PC untuk proses merecords. Spesifikasi PC harus yang baik. Karena menggunakan PC dengan spesifikasi yang rendah, mungkin tidak akan kuat bila nantinya merekam sebuah lagu dengan track yang banyak. Belum nantinya menggunakan software plugins untuk melengkapi software utama.
Bahwa untuk hasil suara yang baik perlu pengaturan merecords dan modifikasi suara dengan media computer, serta mencetak lagu – lagunya dibantu dengan sistem komputer. Untuk mencetak album kedalam VCD atau DVD perlu bantuan program komputer untuk memproses pemburningan atau pembakaran CD sehingga bisa merekam suara dengan kualitas sangat tinggi. Dengan menggunakan komputer kita meberi hasil Records yang lebih baik. Kita bisa mengatur suara yang kita inginkan dengan menggunakan komputer
Kronik Hip Hop Indonesia Dan Musik Rap Ketika bicara musik battle rap merupakan acara musik tanah air, Joe tak muluk-muluk. menurutnya untuk saat ini yang penting ialah semangat dari kota-kota besar ke komunitas yang ada di daerah. Battle rap lokal bisa yang sangat besar dan komunitas terlibat. apa bila bisa berjalan secara konsisten selama lima sampai 10 tahun, baru kita bisa berbicara banyak soal industri musik. “Battle rap ini produksi murah kalau dibanding sama panggung. Lo modal pita suara, kamera, sama editing. kalo sekarang asal ada niat dan orang-orang bisa nikmati,” kata Joe. Ucok memiliki pendapatan yang serupa dengan Joe. Rhyme Pays sendiri dibangun dengan modal sosial karena promotor acara tak memiliki sponsor, pada akhirnya Rhyme Pays mampu berjalan dengan baik. Bahkan acara ini beberapa kali digelar di luar Jabodetabek, di mana setiap rapper mendapat bayaran dan akomodasi. Bukti bahw...

Komentar
Posting Komentar